Senin, 19 Desember 2011

Hasil Drawing 16 Besar UCL 2011-2012

Arsenal dan Chelsea yang mewakili Inggris ke babak 16 besar Liga Champions musim ini akan saling bunuh dengan dua wakil Italia, AC Milan dan Napoli. The Gunners ditakdirkan berhadapan dengan Milan dan Chelsea berhadapan dengan Napoli di partai hidup mati.
  
Arsenal tidak lagi bisa mengelak berjumpa dengan tim juara Liga Champions tujuh kali itu setelah hasil drawing 16 besar yang berlangsung di Nyon, Swiss, Jumat (16/12/2011) mempertemukan keduanya.
    
Pertemuan dua raksasa Inggris dan Italia sangat sulit dihindari Arsenal menempati pot 1 sebagai juara grup dan Milan berada di pot 2 sebagai runner up grup. Keduanya juga berasal dari negara berbeda hingga sangat memungkinkan untuk berjumpa.
    
Meski bakal melakoni pertandingan dua leg berat kubu Arsenal berusaha menanggapi ini dengan tenang. Mereka tidak bereaksi berlebihan karena menilai masih ada keuntungan yang akan didapatkan Arsenal.

    
"Kami sangat melihat ke depan, kami adalah juara grup yang akan memulai pertandingan pertama di San Siro. Pertandingan penentuan akan digelar di kandang kami sendiri. Saya pikir ini akan jadi malam yang fantastik buat Arsenal," kata Sekretaris Klub Arsenal, David Miles, dilansir UEFA.com.
    
Perjalan Arsenal di pentas kompetisi elit Eropa dalam tiga musim terakhir selalu tidak mudah. Dua musim belakangan The Gunners selalu berjumpa dengan Barcelona di fase gugur hingga menyulitkan jalan The Gunners untuk mencapai tahapan paling puncak Liga Champions.
    
"Langkah kami selalu dihentikan Barcelona dalam dua tahun berturut-turut. Ini sangat beruntung karena kami tidak mengalaminya untuk yang ketiga kali. Kami mengambil hal positif dari hasil drawing ini," ujar Miles.
    
Pelatih Milan Massimiliano Allegri juga langsung memberi reaksi atas perjumpaan timnya dengan Arsenal. Menurutnya Milan harus berada dalam form terbaik untuk bisa melewati hadangan wakil Inggris tersebut.
    
"Arsenal mengawali musim ini dengan tak begitu bagus. Tapi mereka kemudian melakukan recovery dengan sangat baik. Saya yakin ini akan jadi persaingan yang sangat ketat. Kami tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun saat menghadapi mereka," ujar Allegri.
    
Sementara tetangga Arsenal, Chelsea memandang pertemuan mereka dengan Napoli adalah jalan berliku yang harus dilalui. Hasil drawing ini tak seperti yang diharapkan kubu The Blues yang berharap berjumpa dengan wakil Rusia.
    
"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami bisa sedikit santai dan tenang andai berjumpa dengan wakil Rusia. Ini akan jadi pengalaman baru buat klub. Dan ada perasaan yang unik dari hasil undian tadi," kata Sekretaris Chelsea David Barnard.
    
Wakil Italia terakhir Inter Milan juga akan berhadapan dengan lawan yang tidak ringan. I Nerazzuri berhadapan dengan wakil Perancis Olympique De Marseille yang punya tradisi cukup bagus di Liga Champions.
    
"Sejak awal kami sudah berharap berjumpa dengan Milan. Saya memiliki memori indah dengan mereka musim 2003/04. Saat itu kami berjumpa dengan mereka di perempatfinal dan menang dengan agregat 2-0," Kata Chairman Marseille, Vincent Labrune.
    
Tetangga Marseille, Olympique Lyon, cukup beruntung karena mereka akan berhadapan dengan APOEL Nicosia. Diatas kertas jawara Ligue 1 Perancis itu tentu memiliki peluang lebih besar untuk melaju ke perempatfinal.
    
Juara bertahan Champions musim lalu, Barcelona, juga akan melalui jalan yang tidak ringan untuk bisa melaju ke perempat final. Blaugarana akan berhadapan dengan wakil Jerman, Bayern Leverkusen. Meski diatas kertas Leverkusen lebih berkualitas, tapi wakil Jerman itu juga memiliki potensi mempersulit Barca.
    
Keburuntungan didapati raksasa Spanyol lainnya, Real Madrid, yang akan berhadapan dengan lawan yang tak begitu berat. Los Merengues hanya akan berhadapan dengan wakil Rusia, CSKA Moskva pada pertandingan yang akan dilangsungkan dua leg tersebut.
    
Calon tuan rumah partai final musim ini, Bayern Munchen, juga beruntung karena akan berhadapan dengan lawan yang relatif ringan. The Bavarian akan berhadapan dengan  FC Basel. Ini tentu jadi kesempatan besar buat Munchen untuk menatap babak perempatfinal. 
    
Hasil drawing 16 besar Champions musim ini juga mempertemukan dua tim yang tak begitu populer di pentas sepakbola antar klub Eropa tersebut. Benfica yang maju sebagai wakil Portugal akan berhadapan dengan Zenit.


Berikut Hasil Drawing 16 Besar Champions 2011-2012: 
Lyon (Perancis) vs APOEL (Siprus)
Napoli (Italia) vs Chelsea (Inggris)
AC Milan (Italia) vs Arsenal (Inggris)
FC Basel (Swiss) vs Bayern Munich (Jerman)
Bayern Leverkusen (Jerman) vs Barcelona (Spanyol)
CSKA Moskow (Rusia)  vs Real Madrid (Spanyol)
Zenit (Rusia) vs FC Benfica (Portugal)
Marseille (Perancis) v Inter Milan (Italia)

hasil drawing 32 besar europa league 2011-2012

Liga Europa sudah memasuki babak 32 besar. Dalam pengundian yang dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat (16/12/2011) sore WIB, empat klub 'buangan' Liga Champions sudah harus saling berhadapan. Manchester United akan ditantang Ajax Amsterdam sedangkan Manchester City berhadapan dengan FC Porto.

Tentu bukan hasil undian yang menyenangkan bagi empat klub tersebut namun hasil pengundian mengharuskan dua dari tim besar Eropa tersebut saling berjibaku di babak awal. MU akan dijamu Ajax terlebih dulu. Hal serupa terjadi pada Man City dimana mereka akan menjalani laga tandang terlebih dulu lawan FC Porto.

Selain dua pertandingan seru tersebut, salah satu partai yang menarik adalah pertemuan antara Lazio vs Atletico Madrid. Partai ini menjadi pertarungan dua kuda hitam dengan nama besar. Di pertandingan lain, Valencia akan bentrok dengan Stoke City dan Rubin Kazan vs Olympiakos.


 
Berikut hasil lengkap babak 32 besar Liga Europa:

FC Porto vs Man City
Ajax vs Man United
Lokomotiv Moskow vs Athletic Bilbao
Salzburg vs Metalist
Rubin Kazan vs Olympiakos
Stoke City vs Valencia
AZ Alkmaar vs Anderlecht
Lazio vs Atletico Madrid
Steuau Bucharest vs FC Twente
Plzen vs Schalke 04
Wisla Krakow vs Standard Liege
Braga vs Besiktas
Udinese vs PAOK Athens
Trabzonspor vs PSV Eindhoven
Hannover vs Club Brugge
Legia Warsawa vs Sporting Lisbon

Senin, 05 Desember 2011




2004/2005 adalah musim pertama jose mourinho menangani chelsea fc. Sejak saat itu pula The Special One menancapkan kukunya dalam-dalam sebagai manajer dengan reputasi dunia. Ya, Mou yang sekarang menangani Real Madrid, memberikan empat catatan besar.

Pertama, Mourinho sukses membawa Chelsea untuk pertama kalinya juara liga setelah penantian panjang selama 50 tahun (gelar terakhir terjadi pada tahun 1955).
Kedua, Mourinho juga membuat Chelsea cuma sekali merasakan kekalahan sepanjang 38 pertandingan, yaitu ketika mereka ditikam tuan rumah Manchester City 1-0 di pekan ke-9.
Ketiga, Chelsea berhasil meraup 95 poin. Mereka menang 29 kali dan seri 8 kali. Prestasi yang sangat fantastis untuk tim karbitan; walaupun The Blues dihuni pemain-pemain bintang sekalipun.
Keempat, yang paling hebat, Mourinho sukses membuat Chelsea memiliki benteng pertahanan terbaik di liga. Dari 38 kali penampilan, mereka cuma terbobol 15 gol! Artinya, gawang Petr Cech kemasukan kurang dari setengah gol dalam setiap pertandingan. Terima kasih layak disematkan kepada kuartet bek Paulo Ferreira-Ricardo Carvalho-John Terry-dan Wallam Gallas.

Sebenarnya, tidak mengherankan jika Chelsea berhasil mencapai titik juara liga. Tengoklah pembelian mereka selama bursa transfer musim panas. Ada nama Paulo Ferreira, Petr Cech, dan Ricardo Carvalho yang menjadi jaminan kuatnya lini pertahanan. Ada pula sosok Arjen Robben, Mateja Kezman, dan Didier Drogba yang membuat lini belakang lawan mana pun akan ketakutan. Sayang, Kezman tak bisa tampil apik dan langsung dibuang ke Atletico Madrid musim berikutnya.

Namun, gelar juara Chelsea juga bisa dinilai negatif dari sisi lain. Mourinho memang merupakan tipikal pelatih zaman modern yang pragmatis. Menang 1-0 atau 4-0 sekalipun, sama-sama meraup tiga angka. Maka, untuk apa susah-susah mencari lebih dari 5 gol jika sebiji saja sudah membuat Chelsea menang?
Tercatat, sepanjang musim, Chelsea cuma tiga kali menang dengan skor terbesar 4-0, yaitu melawan Blackburn Rovers, Newcastle United, dan Norwich City. Selebihnya, ada 11 kali kemenangan bermodal 1-0. Musim sebelumnya, saat dilatih Claudio Ranieri, Chelsea bisa menang 5-0 dua kali dalam 38 pertandingan.

Efektivitas yang diandalkan Mourinho memang berjalan sempurna di tahun pertamanya di Chelsea. Ia bisa membuat Liverpool menyerah tandang dan kandang dengan skor sama 1-0. Mourinho juga sukses menaklukkan manchester united, tim asuhan Sir Alex Ferguson 1-0 dan 1-3 di Old Trafford.

Apa pun yang terjadi di lapangan, pembelanjaan dana sebesar 94,5 juta poundsterling yang dilakukan Roman Abramovich berbuah banyak. Dengan modal yang mirip pula, musim berikutnya, Chelsea sukses mempertahankan gelar juara. Lalu, dengan cara dan pola sama pula, Mourinho kini berada di Spanyol: main efektif di lapangan plus menebar musuh di mana-mana.

Minggu, 04 Desember 2011


Jumat (2/12) pukul 18.00 waktu Kyiv akan menjadi saat yang dinanti oleh 16 finalis Euro 2012. Pada saat itu, acara pengundian grup untuk putaran final akan dilakukan.
Salah satu rangkaian acara dalam pengundian itu adalah perkenalan bola resmi untuk Euro 2012. Bola terbitanadidas itu diberi nama Tango 12 .
Tango sendiri bukanlah nama baru untuk bola terbitan adidas . NamaTango pertama kali dipakai pada Piala Dunia 1978 di Argentina.
Kemudian Tango dengan nama yang berbeda berturut-turut digunakan untuk Euro 1980, Piala Dunia 1982, Euro 1984, Piala Dunia 1986, hingga Euro 1988. Nama yang mengikuti kata Tango pun beragam. Mulai dari Durlast , Espana , Mundial , hingga Europe .
Angka 12 pada Tango 12 sendiri merujuk pada tahun penyelenggaraan Piala Eropa yang diselenggarakan di Polandia dan Ukraina.
Berikut hasil lengkap drawing Euro 2012:
Grup A:Polandia, Yunani, Rusia, Republik Ceska.
Grup B:Belanda, Denmark, Jerman, Portugal.
Grup C:Spanyol, Italia, Republik Irlandia, Kroasia.
Grup D:Ukraina, Swedia, Prancis, Inggris.


Grup B bisa dikatakan menjadi grup paling berat di antara tiga lainnya dari fase penyisihan grup Euro 2012. Belanda sebagai unggulan pertama bertemu dengan Denmark, Jerman, dan Portugal. Demikian hasildrawing putaran final Euro 2012 yang dilangsungkan di Kiev, Ukraina, Jumat (2/12) atau Sabtu dini hari WIB.
Di Grup C, juara bertahan dan sekaligus pemegang gelar juara dunia Spanyol ditantang Italia. “Kuda hitam” di grup in adalah Kroasia.
Grup D juga akan menyajikan partai seru karena terdapat Prancis dan Inggris. Ketiban sial di grup ini yaitu Ukraina selaku salah satu tuan rumah bersama. Sementara itu, Polandia–satu tuan rumah bersama yang lainnya–mendapat grup lunak. Polandia berkumpul dengan juara Euro 2004 Yunani, Rusia, dan Republik Ceska di Grup A.



Rabu, 19 Oktober 2011

i'm The Bleus Army


The only place to be
Every other Saturday
Is strollin’ down the Fullham Road
Meet your mates and have a drink
Have a moan and start to think
Will there ever be a blue tomorrow?
We’ve waited so long
But we’d wait for ever
Our blood is Blue and
We would leave you never
And when we make it
It’ll be together
Chelsea
We’re gonna make this a Blue Day
We’ve got some memories
Albeit from the seventies when
Ossie & Co restored our pride
Now we’ve got hope, and a team,
Suddenly it’s not a dream
We’ll keep the Blue flag flying high
We’ve waited so long
But we’d wait for ever
Our blood is Blue and
We would leave you never
And when we make it
It’ll be together
Chelsea
We’re gonna make this a Blue Day
Now even heaven
Is Blue today, you should
Hear the Chelsea roar
Chelsea
We’re gonna make this a Blue Day

Jumat, 30 September 2011






kamis 29 september 2011 merupakan debut latihan pertamaku sebagai pemain klub UFC bersama rekan-rekanku di UFC.meski latihan diadakan di lapangan futsal,persaingan tempat utama pun sangat sengit aku harus bermain extra keras demi masuk skuad inti

Rabu, 20 Juli 2011

frank lampard

Name: Frank Lampard
Nationality: English
Date of Birth: 20/06/1978
Height:6' 0" (184cm)
Weight:13st 12lbs (88.0kg)
Previous  
Clubs:West Ham Utd, Swansea City (loan)
Position: Midfielder

Chelsea careerLeague title winning-goals, FA Cup and Champions League Final strikes, nerveless penalty taking, assists galore and record-breaking sequences of appearances, Frank Lampard has been both the man for the big occasion, and for the week-in, week-out dedication that is the bedrock of genuine achievement. He is without doubt one of the finest players ever to wear the Chelsea blue.
After a quiet start at the Bridge, with just 15 goals in two years following an £11 million transfer from West Ham, Frank bloomed into one of Europe's finest.
An early sign of what was to come was his commanding display against Arsenal's Patrick Vieira in an FA Cup Final defeat at the end of his first season, progress that was continued the following campaign.
In 2003/04, the first season under Roman Abramovich's ownership and Frank's third at the club, he retained his place despite many new arrivals and his phenomenal form was only beaten by Thierry Henry when English football's individual awards were handed out.
The top performances continued to come in 2004/05, as did the goals, Frank's powerful shooting firing Chelsea to the Premiership title that season as he top-scored from midfield with 13 in the League and 19 overall. There was no one more appropriate to score the two magical goals at Bolton that sealed the championship triumph.
The Sportswriters' Footballer of the Year that year and runner-up in the European and World Player of the Year voting for 2005, Frank continued to prove as close to indispensable as can be found in modern football as his team duplicated the Premiership success in 2005/06.
When in December 2005, he finally missed a game due to a virus infection, it brought to an end a new Premier League record of 164 consecutive appearances, since surpassed by goalkeeper Brad Friedel.
In 2006/07, his 62 games was the highest total by any Chelsea player in a single campaign and although the next year was affected by two rare injuries and bereavement, Frank continued to drive Chelsea on from midfield game after game after game and made it to the now regular 20-goal mark.
The injuries were unfortunate but genuine tragedy struck in April 2008 with the death of Frank's mother. His courage and nerve in scoring a vital Champions League semi-final penalty against Liverpool on his return from compassionate leave, followed by his dramatic equaliser in the Final, were among that season's strongest images.
Since then Lamps has become Chelsea's top scoring midfield player ever; and is the player to win the most international caps while a Chelsea player.
A five-year deal was signed in the summer of 2008, and he quickly got into goalscoring form, netting an audacious chip from the edge of the area at Hull in October that year, an automatic Chelsea Goal of the Season contender though eventually edged out by Michael Essien's Champions League volley against Barcelona.
As the performances of those around him began to wane, Frank's form remained consistent under Luiz Felipe Scolari, scoring key goals over Christmas 2008 to keep the team in touch with the league leaders.
The arrival of Guus Hiddink midway through the campaign brought extended freedom for Lampard, who repaid his coach with late goals in a league win over Wigan and a 4-4 Champions League thriller against Liverpool, before we eventually bowed out of Europe in controversial circumstances against Barcelona. There was however joy when his second-half strike won the 2009 FA Cup against Everton.
With an incredible 27 goals from central midfield in 2009/10 and a sack-full of assists as Chelsea won the Double, it seemed Frank was improving with age, especially factoring in his resistance to injury and his ability to avoid a single yellow card in the whole of that season.
His historic '09/'10 season began as it would end - at Wembley - where he contributed a Community Shield goal, helped set up another, and then buried a penalty in the successful shootout.
The 31-year-old actually went 10 games without a goal before four in three arrived in October.
After a penalty miss at Man City at the beginning of a difficult Christmas period, it was two successful penalties that dug the team out of trouble against Portsmouth and West Ham.
He bounced back from Champions League disappointment against Inter Milan in the first knockout round by banging in four league goals against Aston Villa in a 7-1 rout.
The feat, the second time he had achieved such a tally in a game, took him over the 150-goal mark for Chelsea and beyond Roy Bentley to become our third-highest scorer of all time.
After converting another penalty against Villa at Wembley to book a place in the FA Cup Final, the focus shifted to league football for the next five games, and it was there where Frank really delivered.
At Anfield there were major celebrations as he swept home Nicolas Anelka's square ball to confirm crucial victory in the run-in.
In the final league game Frank won and took a penalty to put Carlo Ancelotti's team two goals to the good as we ran riot against Wigan, setting up the Double should we beat Portsmouth in the FA Cup Final.
It was a Drogba free-kick that broke the deadlock that Wembley May day, and even though Frank's final contribution was to drag a penalty wide at the death, he was there in the Royal Box to lift the trophy alongside John Terry.
In April 2011 he became only the fourth player to make 500 appearances for Chelsea.